Belajar ms Access

Site menu:

 

September 2010
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Categories

Recent Posts

Archives

Recent Comments

  • adeng julia: test
  • yunita: Tolong minta soal uus semester 1 buat kelas 11 dan 12 donk
  • al: good
  • andri: tolong beritahu saya soal-soal un 2009…ya tolong di kirim ke email ini arik_puraparthi@yahoo.com...
  • andri: saya mau minta soal-soal un 2008 ya… tolong di kirim ni emailnya arik_puraparthi@yahoo.com thank’s

POS Proses

Biaya Kesempatan yang hilang.

Pada suatu kesempatan saya pernah mencoba sebuah aplikasi.  Saya merasa ada suatu yang salah dengan proses dari aplikasi itu.

Untuk memberikan ilustrasi tentang proses yang terjadi misalkan pada tanggal 1 April 2007, Tuan A membuka sebuah toko komputer dengan modal Rp 10 juta.  Pada tanggal 5 April, ada seorang kenalan yang datang kepadanya untuk merakitkan satu buah komputer.  Karena ia tidak mempunyai mata uang USD, ia meminta kepada pemasoknya agar transaksi dilakukan dalam Rupiah.  Tuan A menghabiskan Rp 6.500.000 untuk membuat satu set komputer.
Setelah komputer selesai dirakit pada tanggal 7 April, Tuan A menjual komputer rakitan itu dengan harga Rp 6.700.000.   Namun kenalannya  ingin membayar transaksi dengan USD.  Kurs USD (Kurs jual USD tuan A pada sebuah valuta asing) pada tanggal tersebut adalah Rp 10,000/USD, sehingga tuan A menjual komputer rakitan itu dengan harga USD 670.

Berapa laba kotor tuan A?
Kemudian pada tanggal 8 April, kurs USD menjadi Rp 9000.  Berapa laba kotor tuan A?.
Kemudian pada tanggal 9 April, kurs USD menjadi Rp 8750.  Berapa laba kotor tuan A?.

Mudah mudahan anda setuju dengan saya, bahwa saya tidak bisa menghitungnya sebelum tuan A itu benar benar menukarkan mata uang USD hasil pendapatannya ke Rupiah.  Berapapun kurs yang ada pada saat itu tidak bisa dijadikan patokan sebelum tuan A benar benar menukarkan mata uang USD nya ke dalam mata uang Rupiah. 

Inilah yang dinamakan biaya kesempatan (”Opportunity Cost”) yang hilang karena bila saja Tuan A itu langsung menukarkan USD 670 pada saat kursnya Rp 10.000/USD, tuan A itu masih mendapatkan keuntungan sebenar Rp 200.000. 

Sebelum mata uang USD nya ditukarkan maka yang ada adalah hanya “Opportunity Cost”.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Proses Posting Transaksi

Â

  • Lihat pada proses melihat data stok.
  • Bagaimana transaksi akan diposting
    • Langsung merubah stok
    • Tidak langsung merubah stok
  • Siapa yang melakukannya.

Untuk saat sekarang kami lebih memilih untuk pemostingan tidak langsung merubah stok karena posting akan dilakukan oleh level admin. Ada yang tidak setuju???

Proses Melihat Data Stok

Â

  • Data stok perlu mudah untuk diakses informasinya.
  • stok jumlah data ini akan digunakan oleh bagian penjualan untuk mengetahui jumlah stok.
  • Tergantung bagaimana kita akan memposting transaksi maka jumlah data stok
    • Jumlah yang terbaru.  Jika transaksi langsung merubah stok maka stok akan diberikan jumlah terbaru.  Masalahnya adalah bagaimana caranya memeriksa validitas transaksi.
    • Jumlah tidak memberikan stok yang terbaru.  Dengan cara ini transaksi tidak langsung merubah stok.  Walaupun tidak memberikan informasi yang terbaru namun cara ini ada juga kelebihannya yaitu sebelum transaksi bisa merubah stok seseorang dengan level admin harus memeriksa validitas transaksi sebelum memposting untuk merubah stok
  • Pada waktu mencari stok bisa dipilih berdasarkan
    • Kategori barang
    • Kode barang pemilik
    • Kode Barang dari pabrik

Ada yang dilupakan ???

Proses Pengembalian Penjualan

Â

  • Tanggal Transaksi:
    • Diberikan default tanggal hari ini
    • Bisa dirubah dengan pemilihan dari popup kalender.
  • Keterangan transaksi : Default = Sales Return (Optional)
  • ID Transaksi: Number
  • Tipe Transaksi : Sales Return
  • Kode Transaksi:SR+YYMMDD+XXXX
  • Konsumen : Tunai (Kita tidak mengetahui pembelinya sehingga kita anggap namanya tunai atau default)  Jika pengembalian barang secara kredit maka nama konsumen harus dimasukan untuk mengurangi hutang konsumen yang bersangkutan atau mengurangi piutang.
  • Detail Transaksi
    • Kode Barang
    • Nama Barang
    • Jumlah Barang
    • Harga (Harga pada saat penjualan.  Harga ini negatif karena kita mengeluarkan uang)
    • Sub Total ( otomatis jumlah barang X harga)
  • Potongan Harga (Denda pengembalian barang karena ada kerusakan, misalnya.  Ini nanti akan digunakan GL untuk dimasukan dalam pendapatan lain lain misalnya.  Default=0).
  • Total Harga(Total harga ini negatif karena kita mengeluarkan uang)
  • Bon bisa dicetak (Tidak harus dicetak)
    • Bon ini akan bisa dikustomisasi sendiri untuk menyesuaikan dengan perusahaan masing masing.

Catatan:

pada saat pengembalian barang, proses ini siapa yang melakukannya?  Apakah bagian administrasi atau bagian penjualan di depan?  Mungkin lebih tepat dilakukan oleh bagian administrasi.

Proses Pengembalian Pembelian

  • Tanggal Transaksi:
    • Diberikan default tanggal hari ini
    • Bisa dirubah dengan pemilihan dari popup kalender.
  • Keterangan transaksi : Default = Purchase Return (Optional)
  • ID Transaksi: Number
  • Tipe Transaksi : Purchase Return
  • Kode Transaksi: PR+YYMMDD+XXXX
  • Pemasok : Sebutkan dari siapa barang ini dibeli.   Jika barang dibeli secara kredit maka nama pemasok harus dimasukan untuk mengurangi hutang kita kepada pemasok yang bersangkutan
  • Detail Transaksi
    • Kode Barang
    • Nama Barang
    • Jumlah Barang
    • Harga (Harga pada saat pembelian.  Harga ini negatif untuk mengurangi pembelian kita)
    • Sub Total ( otomatis jumlah barang X harga)
  • Potongan Harga (Denda pengembalian barang karena ada kerusakan, misalnya.  Ini nanti akan digunakan GL untuk dimasukan dalam pengeluaran lain lain misalnya.  Default=0).
  • Total Harga(Total harga ini negatif)
  • Bon bisa dicetak (Tidak harus dicetak)
    • Bon ini akan bisa dikustomisasi sendiri untuk menyesuaikan dengan perusahaan masing masing.

Proses Pengecekan Barang

  • Pengecekan barang dilakukan dilakukan untuk mengecek kenyataan jumlah barang di lapangan dan di database.
  • Pengecekan barang ini bisa dilakukan setiap saat diperlukan.
  • Pengecekan barang lebih baik lebih sering tetapi dalam jumlah tipe barang yang sedikit daripada melakukan stok keseluruhan barang tetapi dilakukan dalam rentang periode yang lama.
  • Yang dilakukan pada saat pengecekan barang adalah memilih barang yang akan dicek.
  • Tanggal pengecekan barang.
  • Petugas pengecekan barang
  • Detail transaksi barang
    • Kode barang
    • Nama barang
    • Jumlah lapangan
    • Jumlah database ( Dilakukan kemudian setelah pengecekan lapangan)
  • Daftar barang yang akan dicek kemudian dicetak
  • Dilakukan pengecekan barang dilapangan
  • Setelah dilakukan pengecekan dilapangan maka data dimasukan kedalam database sebagai catatan transaksi.
  • Dari hasil pengecekan lapangan maka perlu diambil tindakan yang perlu
  • Jika jumlah barang di database lebih maka harus dikurangkan
  • Jika jumlah barang di database kurang maka harus ditambah
  • Berikan keterangan seperlunya tentang transaksi ini.

Ada yang salah ?????

Proses Pembelian Barang

  • Tanggal Transaksi:
    • Diberikan default tanggal hari ini
    • Bisa dirubah dengan pemilihan dari popup kalender.
  • Keterangan transaksi : Default = Pembelian (Optional)
  • ID Transaksi: Number
  • Tipe Transaksi : Pembelian
  • Kode Transaksi: PU+YYMMDD+XXXX
  • Tipe Transaksi Pembelian : Tunai
  • Term of Payment : Tunai  (Term of payment ini untuk pembelian kredit bisa diberikan misalnya 2n30 yang artinya potongan 2% jika membayar kurang dari 30 hari. Arsitektur database akan mempertimbangkan ini tetapi aplikasi tidak)
  • Pemasok : Tunai atau nama penjual barang jika diketahui.
  • Detail Transaksi
    • Kode Barang
    • Nama Barang
    • Jumlah Barang
    • Harga ( Diambil dari harga penjualan dari stok tetapi bisa dirubah)
    • Sub Total ( otomatis jumlah barang x harga)
  • Potongan Harga ( Default=0).
  • Total Harga
  • Bon bisa dicetak (Tidak harus dicetak)
    • Bon ini akan bisa dikustomisasi sendiri untuk menyesuaikan dengan perusahaan masing masing.

Catatan:
Pada saat pembelian barang, akan lebih mudah bila kita bisa mencari barang berdasarkan kode barang pabrik dan bukan kode barang kita.

Proses Lagi Proses Lagi

Mudah mudah-an anda tidak protes karena sejak beberapa hari ini apa yang kami buat adalah proses- proses lagi proses lagi mana koding-nyaaaaa.  Ini mengingatkan penulis tentang film yang menurut penulis sangat baik sekali yang pernah diputar di TV swasta di Indonesia ini.  Show me the money!   Show me the money!  Show me your services first then I will show you the money.  Wong kerja aja belum yang dicari duit melulu. 

Mirip bukan dengan programmer yang selalu minta:  show the coding! Show me the coding!  Show me the plan first then I will show you the coding.  Aha. 

Menyadari pentingnya sebuah rencana, sebuah peta perjalanan.   Dapat kami pastikan kita akan melakukan perjalanan cukup panjang dan jauh sehingga kita harus membuat rencana atau peta bagaimana kita akan sampai kesana.

Setuju? Mudah mudahan pembelajar yang ingin belajar membuat program atau sekarang yang masih mahasiswa dalam bidang piranti lunak bisa setuju dengan pendapat penulis.

Ada yang salah???

Proses Penjualan Barang

  • Tanggal Transaksi:
    • Diberikan default tanggal hari ini
    • Bisa dirubah dengan pemilihan dari popup kalender.
  • Keterangan transaksi : Default = Penjualan (Optional)
  • ID Transaksi: Number
  • Tipe Transaksi : Penjualan
  • Kode Transaksi:SA+YYMMDD+XXXX
  • Tipe Transaksi Penjualan : Tunai
  • Term of Payment : Tunai  (Term of payment ini untuk penjualan kredit bisa diberikan misalnya 2n30 yang artinya potongan 2% jika membayar kurang dari 30 hari. Arsitektur database akan mempertimbangkan ini tetapi aplikasi tidak)
  • Konsumen : Tunai (Kita tidak mengetahui pembelinya sehingga kita anggap namanya tunai atau default)
  • Detail Transaksi
    • Kode Barang
    • Nama Barang
    • Jumlah Barang
    • Harga ( Diambil dari harga penjualan dari stok tetapi bisa dirubah)
    • Sub Total ( otomatis jumlah barang X harga)
  • Potongan Harga ( Default=0).
  • Total Harga
  • Bon bisa dicetak (Tidak harus dicetak)
    • Bon ini akan bisa dikustomisasi sendiri untuk menyesuaikan dengan perusahaan masing masing.

Proses Akunting Step 3

 Pada langkah ini kita sudah mulai melakukan proses cukup detil bagaimana aplikasi akan merubah database.  Kita lihat dalam proses ini bahwa aplikasi stok akan membutuhkan database master.  Aplikasi POS akan membutuhkan database master dan stok.  Semua database yang ada sekarang masih berupa kotak hitam.  Kita masih belum perlu membuat terlalu detil saat sekarang untuk isi dari masing masing database.  Ini akan dilakukan pada proses desain database.

Ada yang dilupakan ????

Accounting Process Step 3