Belajar ms Access

Site menu:

 

September 2010
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Categories

Recent Posts

Archives

Recent Comments

  • adeng julia: test
  • yunita: Tolong minta soal uus semester 1 buat kelas 11 dan 12 donk
  • al: good
  • andri: tolong beritahu saya soal-soal un 2009…ya tolong di kirim ke email ini arik_puraparthi@yahoo.com...
  • andri: saya mau minta soal-soal un 2008 ya… tolong di kirim ni emailnya arik_puraparthi@yahoo.com thank’s

Programming

Speed Learning

Dalam artikel kami “Sukses dalam belajar” kami menuliskan betapa pentingnya teknik speed reading dalam membaca dan belajar.

Saya masih menggunakan teknik itu dalam membaca karena memang tidak mungkin bisa membaca buku kalimat demi kalimat dengan banyaknya materi yang ingin dibaca.

Tetapi ada pengalaman pengalaman yang perlu saya utarakan bagaimana teknologi telah membantu untuk menemukan suatu pemecahan terhadap suatu masalah programming.  Mesin pencari?.  Itu salah satunya.

Tetapi bagi mereka yang pernah menggunakan Vs 2005, saya sedikit tertegun dengan begitu cepatnya alat itu langsung memberikan alamat “Situs komunitas” yang telah memberikan pemecahan tersebut.  Bagi yang telah mencobanya, selamat.  Bagi yang belum, cobalah alat bantu yang ada dalam VS 2005 tersebut untuk mendapatkan pengalaman Speed Learning.

Tahukah anda bahwa ada versi gratis untuk Visual Studio 2005 yang namanya Express Edition. ( VB NET Express, C# Express, SQL server Express dan lain lain)
Â

Curiosity

Jika ada satu buku yang benar benar membuat saya seperti orang bodoh adalah satu buku yang bernama Design Patterns: Elements of Reusable Object Oriented Software oleh Erich Gamma, Richard Helm, Ralph Johnson dan John Vlissides.

Mengapa demikian? Masalahnya sederhana karena saya tidak bisa menerapkan apa yang diajarkan tersebut untuk aplikasi Ms Access kami.  Contoh contoh yang diajarkan dalam bahasa C++, yang mana bahasa itu hanya pernah saya pelajari dalam dua semester di universitas dan kemudian tidak pernah dipelajari lagi. 

Untung saja ada satu buku Visual Basic Developer’s Guide to UML dan Design Patters yang dibuat oleh Yair Alan Griver, Matthew Arnheiter, dan Michael Gellis.  Sekarang kami bisa menerapkan contoh contoh yang diberikan untuk aplikasi Ms Access kami.

Keingin tahuan kami memang liar dengan mencoba sesuatu yang tidak pernah dipikirkan atau dicoba oleh pengembang Microsoft Access lainnya.  Bagi pengembang Microsoft Access anda akan terkejut dengan terbukanya kesempatan baru dalam aplikasi yang anda buat dengan menerapkan teknologi yang sangat berguna seperti OOP, Many Tier Architecture and Design pattern seperti “The Bridge patterns”, Memento Pattern dan lain sebagainya.

Biarkan keingin tahuan anda berkembang liar dengan mencoba, dan menerapkan sesuatu dari teknologi lain. 

Selamat mencoba.

Teknik Association

Cukup membuat saya tertegun ketika satu ide dari bidang lain dapat diterapkan dalam bidang yang lain.

Ratusan tahun yang lalu teknik association ini telah diterapkan ketika ahli ahli bela diri menerapkan gerakan gerakan binatang untuk suatu seni bela diri.  Mungkin dari biara Shaolin.  Saya bilang mungkin karena saya benar benar tidak tahu secara tepat sejarahnya bagaimana gerakan gerakan binatang ini di adopsi untuk olah raga bela diri.

Teori classification dari Darwin telah diterapkan oleh Melissa Cook, lihat Building Enterprise Information Architecture,  bagaimana dia membuat desain database dengan merujuk pada teori classification.

Apa hubungan Pemasaran dan Biologi?
Saya cukup terkejut ketika membaca buku dari Al Ries, The Origin of Brands bagaimana dia menghubungkan Teori Darwin Origin of  Species dengan asal muasal merek (The Origin of Brands). 

Apa hubungan teori Objek dengan belajar di sekolah.
Secara kebetulan saya bisa menerapkan teknik encapsulation untuk membantu anak menghafal.  Jadi ternyata ada hubungan objek oriented dengan belajar di sekolah. 

Secara kebetulan juga kami bisa menerapkan teknik teknik OOP yang ada dalam VB klasik (sebelum VB NET) ke Microsoft Access.  Sebelumnya tidak ada satu bukupun dari Ms Access yang dibuat oleh orang orang yang memang berpengalaman dalam bidangnya  menyinggung sama sekali tentang OOP ini untuk Ms Access.  Mungkin karena tulisan saya di Forum MSDN, akhirnya ada buku yang  menyinggungnya untuk pertama kalinya.

Kami juga bisa menerapkan teknik pemrograman “Many Tier Architecture”, dan data portal dari VB ke Microsoft Access.  Kami  tidak tahu mengapa orang yang jauh lebih berpengalaman tidak bisa melihat apa yang kami lihat.  Jawabannya mungkin karena mereka memang tidak mencari.  Dengan kemampuan mereka dalam berbagai alat yang jauh lebih kompleks tentu saja mereka mungkin tidak mau mencarinya atau tidak melihat penerapannya untuk Microsoft Access. 

Karena minat Kami kepada pengembangan Ms Access dan melihat keterbatasan yang ada dalam Ms Access, kami ingin mengurangi kelemahannya dengan menerapkan teknik teknik yang ada dalam bahasa VB.  

Jadi bagaimana kita bisa mengasosiasikan satu hal dalam satu bidang kepada bidang lainnya?. Jawabannya tentu saja sederhana,  satu syaratnya dengan tidak membatasi pengetahuan kita dengan hanya membaca pada bidang tersebut.  Untuk lebih meyakinkan bacalah nasihat dari buku buku dibawah. 

A. Peter F Drucker dalam artikelnya Mengelola Diri Sendiri dalam buku Classic Drucker terbitan PT Bhuana Ilmu Populer.
B. The Great Software Debates oleh Alan M Davis terbitan Wiley Interscience.   Â

Perencanaan Aplikasi

Ada dua kubu yang saling berseberangan dalam pembuatan perencanaan aplikasi yaitu kubu yang sangat menganjurkan pembuatan rencana dan kubu yang tidak mengajurkan pembuatan rencana.

Beberapa pengarang menganjurkan dalam pengembangan aplikasi harus mengikuti seperti pengembangan produk seperti pada rekayasa produk “Engineering”.  Bila anda melihat perkembangan pada jurusan Computer science maka dapat dilihat bahwa banyak universitas telah menggabungkan departement computer sciencenya dengan elektronik engineering.

Masing masing kubu itu di dukung oleh orang orang yang memang telah berpengalaman dalam bidangnya.  Jadi di kubu mana sekarang anda berdiri?. 

Ada masa masa yang begitu sulit terjadi pada kami.  Kami pernah mencoba membuat perencanaan yang begitu detil dan menurut pendapat kami hebat sekali.  Tetapi apa yang harus kami hadapi adalah perubahan perubahan dalam perencanaan tersebut.  Jadi kami tidak sedang membuat produk tetapi dokumen perencanaan yang hampir tidak pernah selesai.  Kami hampir tidak percaya atas segala buku yang mengajarkan perencanaan.

Dilain kesempatan, kami juga pernah membuat sebuah produk tampa perencanaan sama sekali.  Hasilnya adalah perubahan perubahan yang tidak pernah selesai karena begitu banyaknya hal hal yang dilupakan.

Ada dua pengalaman yang kedua duanya gagal baik menggunakan rencana ataupun yang tidak menggunakan rencana.  Menurut kami yang salah adalah ambisi, atau skope proyek yang tidak jelas.

Roger S Pressman Phd dalam bukunya “Rekayasa Piranti Lunak” karya terjemahan penerbit Andi membagi model model pengembangan piranti lunak.  Ada satu model yang sukses kami terapkan yaitu model evolusioner dengan model rakitan komponen.  Model itu adalah model pengembangan berbasis objek secara evolusi.

Bagi anda yang telah berpengalaman dengan program berbasis objek mungkin akan berkata, “Hari gini masih bicara OOP”. 

Jika anda telah membuat sebuah progam yang dirancang dengan pemograman berbasis objek, coba sebutkan semua komponen aplikasi itu satu persatu di luar kepala.  Sebutkan semua objek, sifat sifat (properti) dan apa yang dilakukan (method) dan bagaimana mereka saling berinteraksi.  Jika anda bisa menuliskannya di kertas tampa perlu melihat catatan apapun, maka selamat anda telah merancang objek anda dengan benar.  Tetapi jika anda tidak bisa melakukannya maka ada yang salah dengan objek objek anda. 

Pemograman berbasis objek bukan hanya membuat kelas kelas (object template) tetapi lebih dari itu.

Ada satu kejadian kebetulan ketika saya menolong anak kami yang kesulitan dalam menghafal mata pelajaran, lihat artikel kami “Menghadapi Ujian Nasional”.  Mengejutkan bagi kami karena ternyata artikel ini mendapatkan sambutan cukup baik dengan cukup banyaknya situs yang merujuk pada artikel tersebut.  Ternyata apa yang kami temukan secara kebetulan itu “Encapsulation” untuk menghafal, telah lama ditemukan dengan nama yang lain yaitu teknik “mind mapping” yang telah diterapkan dibanyak sekolah menengah.

Dari pengalaman yang kebetulan tersebut, kami akhirnya berkesimpulan jika anak kecil kelas tiga saja bisa menghafal dan menerapkan teknik “Encapsulation” untuk menghafal maka teknik “Encapsulation” ini juga bisa diterapkan pada pemrograman jika dirancang dengan benar.  Jika anggota  tim  pengembangan anda sudah mengenal dan menyebutkan semua objek objek dengan benar maka apa perlunya dokumentasi perencanaan yang rumit dan panjang panjang.

Jadi posisi kami ada di mana sekarang?  Apakah dalam kubu perencanaan ataukah kubu tampa perencanaan.  Tidak dua duanya.  Kami ada di tengah tengah mereka.  Jika yang dimaksud dalam kubu perencanaan adalah bahwa kita harus selalu membuat perencanaan yang panjang yang memerlukan waktu berbulan bulan maka saya bilang terima kasih atas nasihatnya.  Untuk kubu tampa perencanaan juga saya bilang tidak terima kasih, jika yang dimaksud oleh kubu itu adalah jangan membuat perencanaan sama sekali atau membuatnya dalam sebuah kertas tissue yang mudah hilang.

Hanya dengan menuliskan sesuatu dan membuat garis besar permasalahan membuat kami bisa menemukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.  Ada artikel menarik oleh Peter F Drucker (Bapak Manajemen dunia) dalam artikelnya mengelola diri sendiri dalam buku Classic Drucker yang diterbitkan oleh PT Bhuana ilmu Populer.  Apakah anda seorang pembaca atau seorang pendengar?.

Setelah membuat garis besar perencanaan, menuliskan permasalahan, membuat garis besar arsitektur aplikasi yang harus selesai dalam waktu satu s/d dua minggu maka kami mulai membuat objek objek aplikasi dan membuatnya.  Dan satu pengalaman buruk yang menjadi bahan pelajaran adalah tentang skope aplikasi.  Kami selalu membatasi skope aplikasi yang tidak terlalu besar.

Bagaimana dengan pengalaman anda?