Belajar ms Access

Site menu:

 

September 2010
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Categories

Recent Posts

Archives

Recent Comments

  • adeng julia: test
  • yunita: Tolong minta soal uus semester 1 buat kelas 11 dan 12 donk
  • al: good
  • andri: tolong beritahu saya soal-soal un 2009…ya tolong di kirim ke email ini arik_puraparthi@yahoo.com...
  • andri: saya mau minta soal-soal un 2008 ya… tolong di kirim ni emailnya arik_puraparthi@yahoo.com thank’s

Ms Access

Forum Microsoft Access dan situs eLearning

Microsoft Access

karena keterbatasan blog ini untuk forum terbuka maka kami telah menyediakan tempat untuk berdiskusi Microsoft Access, Dotnetnuke, Pendidikan di situs kami yang baru. (Lihat http://www.bocsoft.net dan klik forum)

Memang ada yang mengeluh karena ada yang mendaftar tetapi tidak bisa mendapatkan balasan emailnya.  Ini dikarenakan kami kesulitan mengeset email pada server linux. Maklum kami terbiasa dengan teknologi Microsoft sehingga akhirnya kami memutuskan akan memindahkan semua diskusi dan tulisan ke situs yang dibuat dengan CMS DNN (Dotnetnuke).

Bagi yang ingin diskusi atau menanyakan masalah Microsoft Access harap tulis di forum sehingga pengunjung lain mudah mudahan bisa memberikan masukan pada masalah anda.  Wordpress dimana blog ini dibuat memang tidak didesain untuk diskusi terbuka.  Mudah mudahan juga kami bisa membantu untuk yang ingin belajar Microsoft Acces. Tetapi yang diharapkan tentu saja diskusi dari pengunjung lainnya.

Tentang Latihan Soal

Ada begitu banyak murid murid yang ingin sekali mendapatkan latihan soal soal.  Disatu sisi ini bagus karena ada kemauan untuk berlatih.  Namun disisi lain, dapatkan kita menyimpulkan bahwa cukup banyak murid murid  yang tidak mendapatkan cukup banyak latihan latihan di sekolahnya masing masing?.

Lihat situs latihan di situs kami yang sedang dibuat di http://www.bocsoft-elearning.net

Ada guru pembimbing atau pendidik yang ingin membuatkan soal soal untuk murid murid yang ingin sekali berlatih?  Kami akan menyediakan tempat bagi guru guru pendidik yang ingin membuatkan soal soal latihan.

BLOG ini akan ditutup

Karena alasan alasan diatas, mungkin kami akan menutup blog ini dan menggantikannya dengan sistim yang baru yang telah disebutkan diatas.

Biaya Kesempatan yang hilang.

Pada suatu kesempatan saya pernah mencoba sebuah aplikasi.  Saya merasa ada suatu yang salah dengan proses dari aplikasi itu.

Untuk memberikan ilustrasi tentang proses yang terjadi misalkan pada tanggal 1 April 2007, Tuan A membuka sebuah toko komputer dengan modal Rp 10 juta.  Pada tanggal 5 April, ada seorang kenalan yang datang kepadanya untuk merakitkan satu buah komputer.  Karena ia tidak mempunyai mata uang USD, ia meminta kepada pemasoknya agar transaksi dilakukan dalam Rupiah.  Tuan A menghabiskan Rp 6.500.000 untuk membuat satu set komputer.
Setelah komputer selesai dirakit pada tanggal 7 April, Tuan A menjual komputer rakitan itu dengan harga Rp 6.700.000.   Namun kenalannya  ingin membayar transaksi dengan USD.  Kurs USD (Kurs jual USD tuan A pada sebuah valuta asing) pada tanggal tersebut adalah Rp 10,000/USD, sehingga tuan A menjual komputer rakitan itu dengan harga USD 670.

Berapa laba kotor tuan A?
Kemudian pada tanggal 8 April, kurs USD menjadi Rp 9000.  Berapa laba kotor tuan A?.
Kemudian pada tanggal 9 April, kurs USD menjadi Rp 8750.  Berapa laba kotor tuan A?.

Mudah mudahan anda setuju dengan saya, bahwa saya tidak bisa menghitungnya sebelum tuan A itu benar benar menukarkan mata uang USD hasil pendapatannya ke Rupiah.  Berapapun kurs yang ada pada saat itu tidak bisa dijadikan patokan sebelum tuan A benar benar menukarkan mata uang USD nya ke dalam mata uang Rupiah. 

Inilah yang dinamakan biaya kesempatan (”Opportunity Cost”) yang hilang karena bila saja Tuan A itu langsung menukarkan USD 670 pada saat kursnya Rp 10.000/USD, tuan A itu masih mendapatkan keuntungan sebenar Rp 200.000. 

Sebelum mata uang USD nya ditukarkan maka yang ada adalah hanya “Opportunity Cost”.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Ms Access di Win Vista

Pada posting terdahulu kami menulis ada masalah aplikasi kami ketika dijalankan di Win Vista.  Masalahnya ternyata pada keamanan yang ada dalam Win Vista.  Cara yang termudah untuk mengatasi masalah adalah dengan login sebagai Administrator.

Masih ada cara lain untuk mengatasinya tetapi cobalah anda membaca masalah keamanan di buku Win Vista.Â

Ms Access Runtime 2007.

Great News for you who don’t have Ms Access 2007.
Ms Access Run time in now available at Microsoft web site.

Please check it here:

http://blogs.msdn.com/clintcovington/archive/2007/06/25/the-runtime-download-is-available-for-free.aspx
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyId=D9AE78D9-9DC6-4B38-9FA6-2C745A175AED&displaylang=en

————–

Berita baik bagi yang tidak mempunyai Ms Access karena di situs Microsoft telah tersedia Microsoft Access Run time 2007.  Tolong di cek pada links diatas.

Aplikasi POS Beta kami telah dicoba menggunakan Ms Access Run time dan berjalan dengan baik di windows XP. 

Ada masalah ketika menjalankannya dengan Ms Vista.  Kami masih menyelidiki dan menanyakannya di blog Clint Covington tentang masalah yang terjadi ketika menjalankan Ms Access 2007 di window Vista.

Mungkin masalahnya adalah masih minimnya pengetahuan kami tentang Windows Vista.  Mudah mudahan kami bisa menemukan pemecahannya.  

Bagi yang koneksinya masih menggunakan Dial-up , harap bersiap siap untuk bersabar karena file runtime tersebut besarnya 50 MB.

BOCSoft POS Beta 2.0

For those of you who can’t understand Indonesian, you can still run the application because all the user Interfaces (Forms), messages are in English.  However, the instruction is Indonesian, for the time being.   We hope that you will not find any difficulties since the application is simple but hopefully usefull.  Thank you.

——————–

BOCSoft telah diupdate ke versi Beta 2.0.  Aplikasi ini telah di test secara internal.  Untuk sementara ini belum ditemukan masalah.  Dalam File Zip disertakan juga dokumentasi dalam bentuk PDF.  Besarnya File 4.6 MB.  Sekarang aplikasi jauh lebih mudah untuk di instal karena menggunakan file Setup.  Setelah download, ekstrak file dan jalankan file setup dalam format msi (Microsoft Setup Installer)

Download BOCSoft POS Beta 2.0

BOCSoft POS Beta 1

Release BOCSoft POS (Point of Sale) Beta 1.

Dimulai dengan rencana, kalau tidak salah dimulai pada tanggal 18 Mei 2007 sampai dengan 31 Mei 2007.  Kemudian dimulai sedikit sedikit membuatnya dari bulan Juni 2007.  Selesai Beta 1 pada tanggal 9 july 2007.   Cukup lama kami membuatnya,  karena memang kami membuatnya tidak secara full time.  Kami belum melakukan testing  internal dalam waktu yang lama.  Mudah mudahkan pada release berikutnya kami bisa memperbaiki kesalahan kesalahan yang mungkin bisa terjadi.

Dokumentasi POS ini akan diberikan di situs kami di waktu yang akan datang.  Kami belum membuat dokumentasinya.  Mudah mudahan dengan keterangan singkat dibawah ini anda bisa mencobanya. 

Cobalah untuk menjalankan aplikasi ini tanpa dokumentasi.  Bagi yang telah terbiasa, mungkin anda tidak akan kesulitan karena aplikasi POS ini dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat cepat dijalankan tanpa perlu membaca dokumentasi yang panjang-panjang.

Modul-modul Utama:

1.  User Management.
    Digunakan untuk mengatur hak-hak pengguna.  Bila aplikasi digunakan oleh beberapa orang buatlah pengguna dan atur hak haknya sesuai keinginan anda sebagai administrator.  Pada saat awal dijalankan keamanan aplikasi diset yang paling rendah.

2.  Stok
    Memasukkan data-data barang sebagai master data. Disini juga bisa dimasukan kategori, pabrikan, stok awal barang, perubahan stok barang dan lain lain.
3.  Transaksi
    Memasukan transaksi pembelian dan penjualan.  Untuk memasukan pengembalian barang pembelian atau penjualan, gunakan simbol negatif.  Secara prosedur ini sebenarnya tidak disarankan karena operator bisa memasukan pengembalian barang tampa ada transaksi sebelumnya, yang tentu saja ini bisa salah.  Namun bila dilakukan dengan teliti dimana kita hanya memasukan transaksi pengembalian untuk barang yang telah ada transaksi sebelumnya maka ini tidak menjadi masalah.
4.  Pengecekan barang.
Transaksi tidak langsung merubah stok barang.  Bila diperlukan maka anda bisa mengecek dahulu transaksi yang masuk, melakukan perubahan yang dianggap perlu dan kemudian melakukan proses posting.
5.  Posting.
Proses ini akan memposting data data transaksi ke master stok.  Setelah proses posting maka transaksi akan merubah jumlah stok barang.
4.  Laporan
    Membuat bar code

Desain Database.

Desain Database untuk stok dan transaksi tidak diproteksi karena memang diperuntukkan bagi mereka yang juga ingin belajar membuat aplikasi database. Jika akan digunakan untuk mengelola stok barang anda dan pengguna aplikasi lebih dari satu orang, harap diperhatikan keamanannya karena siapa saja bisa langsung merubah data dari database tampa melalui aplikasi.

Bar Code.
Aplikasi ini sudah bisa menggunakan Bar Code scanner yang mendukung Bar Code symbology 39.

Versi ini sudah diupdate ke versi baru 

Jika ada pertanyaan, masukan komentar-komentar anda di blog kami.

Membuat Bar Code Dengan Ms Access 2007.

Seorang kenalan berkeluh kesah tentang pengelolaan stok barangnya.  Pada suatu hari dia bercerita bahwa dia mempunyai ide hebat untuk pengelolaan stok barangnya.  Kami akan menggunakan bar code scanner katanya.

Saya kemudian berkomentar apakah dia telah merancang databasenya? Kenalan kami itu menjadi bingung dan menanyakan apa sih database?  Kami kemudian berkomentar bahwa tampa ada database untuk menyimpan informasi stok barang tersebut maka bar code scanner itu tidak akan ada gunanya. Semangatnya yang menggebu gebu tentang penggunaan bar code scanner hilang lenyap tak berbekas.

Minimal ada dua proses bisnis yang memerlukan alat bantu bar code scanner yaitu proses pembelian dan proses penjualan.   Kami mengatakan bar code scanner adalah alat bantu dan bukan alat yang mutlak dimiliki.  Yang mutlak harus ada adalah database dimana kita akan menyimpan informasi barang barang tersebut.

Untuk barang dari pemasok yang telah mempunyai bar code, pada saat proses pembelian barang alat bar code scanner itu dapat digunakan untuk memasukan informasi kode barang itu dalam database kita. Untuk barang yang belum ada bar codenya maka kita harus membuat kode barang sendiri.

Pada saat penjualan, bar code itu dapat di scan dengan bar code scanner tampa proses pengetikan atau pencarian barang yang akan dijual.

Dari keterangan singkat diatas dapat kami simpulkan.

A.  Bila memungkinkan gunakan kode barang dari pemasok atau dari pabrikan sehingga memudahkan kita pada saat memasukan barang pembelian.  Dengan cara ini proses memasukan kode barang akan berlangsung cepat dan lebih hemat karena kita tidak perlu lagi membuat label bar code kode barang.  Tidak ada perbedaan kode barang antara pemasok atau pabrikan dan kode barang kita.  Jika anda tidak bisa menyebutkan satu alasan yang bagus mengapa anda harus mempunyai kode barang berbeda dengan kode barang pabrik maka jangan membuat kode barang sendiri hanya karena anda menginginkannya.

B.  Untuk menggunakan bar code scanner maka semua barang harus mempunyai label bar code.  Untuk barang yang tidak memilikinya maka kita harus membuatnya dengan menggunakan program alat bantu untuk membuat label tersebut.  Seperti apa label bar code tersebut. ?  Dibawah ini adalah contoh label bar code yang kami buat dengan program Ms Access 2007.

 Label Bar Code  

C.  Untuk kode barang yang harus dibuat sendiri, maka kami sarankan agar membuatnya sesederhana mungkin.  Ada banyak perusahaan yang membuat kode barang berdasarkan Negara + Pabrikan + Kode Barang.   Untuk banyak bisnis skala kecil, kami lebih memilih untuk membuat kode barang secara random 8 s/d 13 angka saja.  Ada kalanya seseorang ingin membuat kode barang dengan membuatnya berdasarkan Kode kategori + Kode Pabrikan + Kode barang.  Sebelum anda mengadopsi cara ini, selalu pertimbangkan kecepatannya pada saat anda mulai ingin membuat database stok barang. 

D.  Download aplikasi kami untuk membuat label bar code.  Tentu saja untuk membaca  label ini anda harus mempunyai bar code scanner.   Dibawah ini adalah salah satu contoh bar code scanner.   Program ini akan kami gabungkan dengan Sub sistim stok barang yang telah kami publikasikan sebelumnya.

 Bar Code Scanner  

Sub Sistim Stock Release 2

 Aplikasi ini masih sementara.  Kami masih terus mengembangkannya.

  • Anda tidak perlu mengambil download file sebelumnya karena file yang terbaru telah menyertakan file yang diperlukan.
  • Kami belum membuat menu menu yang diperlukan sehingga anda masih bisa melihat objek form dari aplikasi.
  • Sudah bisa memasukan data stok
  • Mencari data stok
  • Memasukan gambar
  • Membuat kode barang secara otomatis.  Untuk membuat kode barang secara otomatis, jangan masukan kode pada saat membuat data baru.  Aplikasi akan membuatkan kode barang secara otomatis berdasarkan pilihan pembuatan kode stok.
  • Kode stok bisa dibuat berdasarkan.
    • Angka random
    • Code Category + Random Number
    • Manufacturer Code + random Number
    • Category + Manufacturer + Random Number
    • Manufacturer + Category + random Number
  • Bila tidak suka dengan pembuatan kode secara otomatis maka anda bisa mengesetnya secara manual.
  • Cobalah dahulu dengan memasukan data data.  Bila ada masukan masukan, kami persilahkan anda memberikan komentar.  Mudah mudahan kami bisa merubah aplikasi berdasarkan saran saran yang masuk.  Namun harap diperhatikan bahwa apa yang kami berikan ini masih jauh dari selesai.  Sebanyak kami percaya pada perencanaan, kami juga percaya bahwa lebih baik memberikan proyek ini secepatnya sehingga bila ada masukan masukan yang berguna, kami dapat adopsikan sarannya dan memberikannya pada download selanjutnya
 Stock Form Menu Stock
   
 Stock Form Tab Value  Menu Stock Value
   
 Item Code Setting  Item Code Setting
   
 Intial Stock  Initial Stock Transaction
   
 Category Stock  Stock Category
   
 sbstock_mnfg.GIF  Manufacturer
   
 Download  download sub system stock Release 2 

Arsitekture Sub Sistim Stock 1

 Sub Sistim Stock

Catatan:

  • Lihat halaman POS Site Map untuk mempermudah navigasi aplikasi contoh POS ini. 
  • Untuk saat ini UI applikasi hanya satu yaitu Kategori.
  • Kami memberikan source code untuk memasukan data kategori barang.
  • Semua detil hubungan transaksi dengan stok ada dalam stok objek.
  • Koneksi ke RDBMS ada dalam system DB.  Mengapa? Jika kita ingin koneksinya diganti dengan MS SQL dan bukan ke ms Access maka kita hanya merubah pemanggilannya saja.  Dengan memisah misahkan sistim sistim seperti ini maka bila kita memang menginginkan upsize ke ms sql server maka perubahannya minimal.  Seorang pengarang menamakan teknik ini Data Portal. 
  • Kami telah mendemonstrasikan bagaimana ms Access dapat di desain dengan menggunakan beberapa tier sehingga memudahkan dalam perubahannya.  Namun ada kelemahan dalam ms access yaitu bila terjadi perubahan pada sistim yang paling rendah hierarkinya, dalam hal ini system message, maka semua harus dicompile ulang dan semua harus diganti.  Masalah ini telah diatasi pada teknologi NET yaitu dengan adanya teknik side by side execution.     (kami belum terlalu dalam mempelajari teknologi NET sehingga belum melakukan percobaan untuk kasus seperti ini.)
  • Download Sub Sistim Stok Architecture Step 1

Source Code untuk Form Stock Category. 

  • Experiment dengan stok categori yang diberikan dalam contoh.
  • Buat satu buah aplikasi dengan ms Access
  • Buat satu buah form sama seperti form stock contoh.
  • Buatlah referensi seperti gambar diatas. 
  • Buat control yang diperlukan.
  • Cobalah apakah anda bisa membuat sama seperti contoh yang diberikan.

Recursive Relationship

Recursive Relationship 

 Catatan:

  • Inilah salah satu cara untuk membuat hubungan dengan dirinya sendiri (Recursive Relationship).
  • Kelemahan dengan menggunakan teknik ini adalah keterbatasan dalam tingkat level yang bisa ditampilkan. 
  • Untuk gambar diatas maka level yang bisa dibuat adalah 7 level kebawah setelah root atau totalnya delapan buah kategori.
  • Kita juga bisa membuat hubungan ini tampa bantuan Query yaitu dengan programming yaitu dengan fungsi recursive.  Kami pernah mencoba memecahkan masalah ini dengan fungsi tampa bantuan query namun percobaan kami ada kelemahannya yaitu kecepatannya.
  • Apakah ada yang pernah mencoba menggunakan fungsi recursive untuk memecahkan masalah ini dan kecepatannya tidak jauh berbeda dengan menggunakan bantuan Query?